www.megacareerexpo.com


5 Kegalauan yang Bakal Dirasakan Setelah Wisuda. Tenang, Bukan Kamu Aja Kok!

Artikel 1

Tanggal : 7 April 2020, Posted by Admin


Semua mahasiswa yang melanjutkan studi ke bangku kuliah pastinya ingin cepat lulus, mencari pekerjaan dan mandiri secara finansial. Namun seringkali kenyataan tidak seindah ekspetasi. Bagi mahasiswa yang kuliah di luar kota dengan bermodalkan keyakinan karena orangtua hanyalah seorang petani di kampung yang setia bekerja keras menguliahkan anaknya, pasti menemui banyak kendala.

Bangku perkuliahan dengan berbagai gejolak, pasti membentuk seseorang menjadi lebih dewasa. Banyak yang menemui permasalahan ekonomi hingga harus cuti kuliah, ada juga yang harus bekerja sambil kuliah, atau pusing bolak-balik bimbingan dan perbaiki revisi hanya karena perbedaan pandangan dengan dosen pembimbing. Kemudian setelah semua terlewati dan menyandang gelar sarjana, diperhadapkan dengan dunia baru yang lebih berat.

1. Setelah kuliah ke mana?
Pertanyaan yang sering timbul di benak sarjana baru yakni, setelah lulus ke mana? Seringkali pertanyaan ini belum terlalu menggalaukan karena sarjana baru masih memiliki keyakinan bahwa “pekerjaan akan didapatkan jika berusaha”.

Keyakinan itu tidak salah, tetapi tidak semudah yang dibayangkan sampai kamu merasakan ditolak berulangkali ketika melamar pekerjaan. Idealismemu kemudian berubah dan cara pandangmu tidak akan serumit dulu, selayaknya perancanaan masa depan sewaktu masa kuliah. Kepintaran dalam bidangmu juga tidak menjamin bahwa kamu akan cepat mendapatkan perkerjaan, percuma kamu pintar tetapi daya sosialisasimu dengan rekan kerja kurang.

2. Perencanaan masa depan berubah
Apakah ada di antara kamu yang semasa kuliah ingin menjadi seorang guru, akan tetapi setelah lulus dalam gejolak kehidupan akhirnya kamu mendapati dirimu kerja di sebuah perusahaan? Terkadang kehidupan berjalan di luar kendali. Semasa kuliah keinginanmu ingin menjadi “A” tetapi kenyataan membawamu menjadi “B”.

3. Malu melakukan pekerjaan yang terlihat remeh
Kalimat tersebut tidak bisa digeneralisasi kepada semua sarjana, hanya segelintir yang kemungkinan merasa seperti itu. Seorang sarjana dengan idealisme yang besar, akan tetapi masih pengangguran dan tidak ingin melakukan pekerjaan-perkerjaan yang tidak sesuai idealismenya.

Banyak sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan tetapi memanfaatkan waktu dengan menjadi driver online, pekerja part time di toko, menjaga kios, ataupun mengajar anak-anak desa tanpa memungut biaya.

Sarjana yang jauh dari rasa malu hanya karena belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan gelar. Sarjana yang menghargai semua pekerjaan, belajar dari pengalaman hidup yang memberi bekal yang tidak kalah dengan bekal selama di bangku kuliah. Sarjana yang tidak membiarkan waktu terbuang dengan kegiatan yang tidak membuat dirinya maju.

Jika belum maju secara finansial, setidaknya maju dalam cara pandang dan lebih beretika.

4. Tidak nyaman dengan pekerjaan baru
Bagi kamu yang mendapatkan pekerjaan kemudian menyadari bahwa kamu tidak bisa bekerja di bawah perintah orang lain. Mungkin juga kamu merasa bahwa ternyata pekerjaan yang kamu miliki saat ini tidak cocok denganmu. Hasilnya kamu tidak menikmati pekerjaanmu, tetapi jika ingin resign bingung mau kerja dimana lagi.

5. Bingung menentukan pilihan
Segelintir sarjana baru mengalami kebingungan ketika harus menentukan pilihan untuk bekerja, misalnya; bekerja di kota tempat tinggal dengan gaji kecil atau harus beranjak ke kota lain dengan gaji besar tetapi harus kembali menyesuaikan diri dengan situasi baru.

Ada juga yang rela mengingkari passion karena pekerjaannya saat ini menuai penghasilan dengan jumlah besar. Paling penting bagi sarjana baru ialah menemukan kembali apa yang sebenarnya menjadi passion-mu dan kembangkan itu sehingga menjadi suatu penghasilan. Kamu lebih mengetahui apa kemampuan yang dapat kamu kuasai dengan baik, karena semua orang yang berhasil bekerja sesuai dengan keahliannya.

Source : www.hipwee.com